Pages

Mikro Ekonomi Islam - Teori Elastisitas


Elastisitas permintaan adalah ukuran kuantitatif yang menunjukkan besarnya pengaruh perubahan harga terhadap pengaruh perubahan permintaan.

Elastisitas Penawaran
Ukuran kuantitatif yang menunjukkan besarnya pengaruh perubahan harga terhadap perubahan jumlah barang yang ditawarkan.

Manfaat Elastisitas adalah dapat menjadi indikator untuk meramalkan kesuksesan dari kebijakan ekonomi yang dilaksanakan.

Selengkapnya download disini

Mikro Ekonomi Islam 3 - Penawaran


Islam mengajarkan umatnya menjadi umat yang kuat, umat yang tidak boros, umat yang memiliki manajemen hidup dan selalu sigap setiap saat tanpa harus membalikkan tangan (meminta-minta). Islam mengajarkan umatnya untuk kaya. al-Qur'an dan Sunnah baginda nabi Muhammad tidak ada yang mengajarkan umatnya untuk miskin, lebih-lebih meminta-minta, yang ada adalah ajaran-ajaran yang mengisaratkan untuk selalu hidup berkecukupan. 

وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ
"Dan katakanlah, bekerjalah kamu, karena Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang yang beriman akan melihat pekerjaan itu."

Asuransi Syariah; Tinjauan Sejarah dan Hukum


A.   Pendahuluan
"Life is the Game" begitulah pepatah mengatakan. Permainan tentu ada kalanya menang, ada kalanya kalah. Begitu pula kehidupan, ada kalanya mujur, ada kalanya babak belur bahkan hingga hancur. Asumsi yang semacam itu membuat setiap manusia selalu ingin terhindar dari babak belur apalagi hancur (total lost) sehingga berusaha mencari sebuah pelindung (security) dikala terjadi sesuatu hal diluar keinginan (force majure), minimal resiko yang ditanggung tidak sebesar musibah yang diterima karena ada pihak sebagai pelindung atau penanggung atas kecelakaan tersebut.
Dengan adanya jaminan resiko, maka tercipta hidup yang aman, hal ini juga sejalan dengan firman Allah Swt:
الَّذِي أَطْعَمَهُمْ مِنْ جُوعٍ وَآَمَنَهُمْ مِنْ خَوْفٍ
" Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan" (QS. Quraisy : 4)
Ayat tersebut diatas menunjukkan bahwa Allah menginginkan makhluknya menjadi makhluk yang hidup dalam kemakmuran dan ketenteraman sehingga menjadikan mahluk yang berbakti kepada Allah Swt. Bukan makhluk yang selalu dihantui oleh ketakutan, kebimbangan dan terlebih tidak bisa melaksanan kewajibannya melaksanakn perintah tuhannya.